Tampilkan postingan dengan label Dari Secangkir Kopi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dari Secangkir Kopi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 November 2012

// // 4 comments

Membuang Waktu untuk Kesempatan


         Malam Kamis mendung dan sedikit bintik air jatuh dari langit. Suasana dingin yang nyaman mengantar laju kuda besi tercinta menepati janji. Layaknya Valentino Rossi ngebut dan menyalip beberapa pejalan kaki. Swiiiiing wesss brruuuummm dengan kencangnya (pengendara motor lain mendahului). Lewati jalan kalimantan yang cukup ramai seperti ibukota, level satu pun terlewati. Menapaki bundaran DPR yang terlihat seperti bundaran HI klakson berbunyi seakan menandakan Raja Jalanan Dadakan sedang lewat, level 2 lunas. Level akhir dijajaki perseneleng kuda besi kunaikkan ke angka dua Gass Pooll coyyy.  Dengan perjuangan yang cukup melelahkan akhirnya tiba juga di garis finish. Turunlah dari kuda besi dan tersenyum seolah menjadi pemenang dalam ajang moto GP \(´▽`)/. Ya sedikit imajenasi yang dimunculkan untuk menghibur diri agar tidak melamun dijalan. Weeeaaakkk mungkin istilah kemarin cocok untuk diungkapkan.

         Berjabat tangan dengan beberapa penggemar yang telah menunggu di podium, Sembari merayakan kemenangan karena telah sampai pada tempat yang telah dijanjikan. Rekan-rekan menyambut. Senyum Sapa Salam Sopan Santun (5S) semboyan SMA 1 Arjasa tercinta kuamalkan saat itu juga. Bertemu dengan wajah-wajah yang mulai asing di dunia persilatan memberi warna baru dalam lensa mata dan memori otak yang sudah lama tak terisi file-file ter-update. Terlihat beberapa ekspresi wajah yang membuat suasana menjadi lebih fluktuatif (APANE!!! (¬͡˛ ¬͡”)a ) . Ada yang yang tesenyum ada yang mlongo ada yang angop ada pula yang cemberut.
Read More

Rabu, 31 Oktober 2012

// // Leave a Comment

Masih Terlalu Lemah (Weeeeaaakk)


          Sore yang mendung diiringi kulit tubuh yang terasa lengket menambah bebal kepala untuk berfikir. Buntu!! mungkin ungkapan tepat yang harus terlontar. Handphone menyala diiringi dengan gambar amplop surat mengisyaratkan harus keluar rumah. Mulai lah membersihkan diri. Matahari tenggelam diiringi dengan gema adzan magrib. Sejenak momen indah itu berakhir bergegaslah Hang Out (gaulnya gitu kali). Kuda besi dipacu perjalanan dimulai. Terhenti di suatu tempat yang sudah sangat tidak asing lagi. Tempat bermain dan menimba ilmu kira-kira begitu (sebut saja Combonk bagi yang paham). Bertemu dengan mereka yang telah mengirim sinyal bergambar amplop ditemani seorang wanita putih tinggi dan langsing kebablasan tergelepar tak berdaya. Ternyata dia sedang berbuih sungguh kasian "ckckckck Weeeaaakk". Muncullah kata itu. Langsung di skip saja Meeting kecil dimulai. "Yopo budal?" sang Jendral kerajan Monginsidi berkata. "Yok" saut para pengikutnya.

Read More

Sabtu, 06 Oktober 2012

// // Leave a Comment

Jika Demikian


          Sore mendung dengan hujan yang cukup deras mewarnai hari ke enam dibulan oktober tahun 2012. Duduk termenung didepan teras sembari menkmati hembusan angin bercampur titik air. Ditemani sebungkus kretek dan cangkir yang terisi air berwarna hitam. Beberapa hari yang lalu begitu kesusahan dengan adanya kemarau karena air tak kunjung jatuh. Melihat kondisi hujan yang kurasa visualisasinya cukup menyeramkan rasanya kok belum siap. Oke dah itu tadi pengantar yang nggak nyambung dengan topik yang akan dibahas.

           Sembari mencoba menikmati kondisi alam yang berbeda. Otak kembali berputar layaknya kincir dan tiba terhenti. Kata waktu muncul, sebenarnya waktu sudah pernah dibahas tapi ini dilihat dari sudut yang berbeda. Realita yang sering dialami mengenai waktu salah satunya adalah "waktunya masih banyak". Kalimat ini sering membuat kita bisa begitu santai dengan keadaan. Walau ada kalimat yang lanjutan yang muncul "totalan mburi". Namun itu tak membuat goyah untuk memegang kalimat "waktunya masih banyak".
Read More

Minggu, 30 September 2012

// // Leave a Comment

Membuat Hidangan Lezat

          Awal kisah terjadi saat kita mencoba untuk merangkul sebuah pihak yang kata orang di anggap miring atau pun sebelah mata. Mengangkat dan membiasakan lingkungan untuk merubah pandangan buruk pihak yang bersangkutan. Terlaksanalah agenda yang bisa dikatakan patriotis oleh beberapa kalangan. Sempat besar kepala atas pujian yang terlontar dari pihak tersebut.

         Tujuan yang mulia harus dilandasi dengan pemahaman yang kuat atas tujuan itu sendiri. Kurang pahamnya seluk beluk tujuan yang hanya terlihat gambaran goal, hasil dan dampak positif tidak diimbangi dengan memahami karakter target. Dengan modal semangat untuk mencapai hasil terlaksanalah agenda yang sudah mulai matang. Kita jabarkan dalam analogi.
Read More