Malam Kamis mendung dan sedikit bintik air jatuh dari langit. Suasana dingin yang nyaman mengantar laju kuda besi tercinta menepati janji. Layaknya Valentino Rossi ngebut dan menyalip beberapa pejalan kaki. Swiiiiing wesss brruuuummm dengan kencangnya (pengendara motor lain mendahului). Lewati jalan kalimantan yang cukup ramai seperti ibukota, level satu pun terlewati. Menapaki bundaran DPR yang terlihat seperti bundaran HI klakson berbunyi seakan menandakan Raja Jalanan Dadakan sedang lewat, level 2 lunas. Level akhir dijajaki perseneleng kuda besi kunaikkan ke angka dua Gass Pooll coyyy. Dengan perjuangan yang cukup melelahkan akhirnya tiba juga di garis finish. Turunlah dari kuda besi dan tersenyum seolah menjadi pemenang dalam ajang moto GP \(´▽`)/. Ya sedikit imajenasi yang dimunculkan untuk menghibur diri agar tidak melamun dijalan. Weeeaaakkk mungkin istilah kemarin cocok untuk diungkapkan.
Berjabat tangan dengan beberapa penggemar yang telah menunggu di podium, Sembari merayakan kemenangan karena telah sampai pada tempat yang telah dijanjikan. Rekan-rekan menyambut. Senyum Sapa Salam Sopan Santun (5S) semboyan SMA 1 Arjasa tercinta kuamalkan saat itu juga. Bertemu dengan wajah-wajah yang mulai asing di dunia persilatan memberi warna baru dalam lensa mata dan memori otak yang sudah lama tak terisi file-file ter-update. Terlihat beberapa ekspresi wajah yang membuat suasana menjadi lebih fluktuatif (APANE!!! (¬͡˛ ¬͡”)a ) . Ada yang yang tesenyum ada yang mlongo ada yang angop ada pula yang cemberut.

