Tampilkan postingan dengan label ide Nglamun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ide Nglamun. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 November 2012

// // Leave a Comment

Mantap Jaya


         Malam senin yang terang benderang. Tumben? disarang kali yah.(istilah menangkal hujan dalam bahasa jawa). Mendatangi undangan dari tetangga dengan menu makan yang uistimewa. Lalapan Coy dengan sambal super pedas, nyonyor terasa bibir ini ditambah dengan sajian semangka yang telah terpotong rapi berbentuk kubus. Pokoknya MANTAP JAYA, sep kalimat yang bisa mewakili. Sejenak tergeletak diteras sambil menikmati perut buncit bersitirahat. Tak sadar si duos bergetar, terisi oleh pesan "nandi?","nang ndi awakmu bro?", "Liad diVka di inagurasi FP :)". Apa daya dua kartu andalan sedang sekarat, alhasil hanya bisa bilang oye di depan si Duos.
Read More

Selasa, 30 Oktober 2012

// // Leave a Comment

Bertambah seiring dengan Berkurang


          Hari selasa dengan pagi yang cerahnya. Terbangun oleh hentakan kaki seorang ibu yang hendak menaruh baju di lemari kamar. Melihat anaknya terbangun terlontarlah kata "Gak Kuliah Le", sontak menjawab "ora buk, dino sloso prei aku". Itu tadi kronologi ketika terbukanya mata. Tanpa pikir panjang, angkat kaki dari bahtera mimpi menuju air terjun di pancoran wudu untuk cuci muka. Dengan sigap kompi dibangunkan modem pun juga dan duduk manis didepan monitor. Begitulah hari ini.

          Ketika kubuka layar facebook disambut dengan obrolan seorang wanita. Terlihat di pojok kanan atas monitor tertulis nama orang yang sangat ku kenal, ternyata kau , ya kau. Tak terasa kau telah beranjak usia. Dan ternyata ada nama lain dan ternyata, kau juga beranjak usia hari ini. Tak terasa waktu   yang kalian lewati telah membuahkan sebuah cerita. entah pahit manis asem asin campah hambar sakit sedih senang bahagia pastilah telah terukir di benak kalian.

Read More

Kamis, 13 September 2012

// // Leave a Comment

Ruang dalam ruang Kebersamaan


          Berkumpulnya orang di lokasi tertentu, kasat mata menilai ini adalah sebuah kelompok. Berkumpul dengan adanya sebuah alasan.Salah satunya kebersamaan. Apa sebenarnya kebersamaan? Apakah karena individu-individu dalam keadaan bersama? Semua individu pasti memiliki arti masing-masing sesuai prinsip, pandangan atau ideologi yang mereka pegang. 
Read More

Selasa, 11 September 2012

// // Leave a Comment

Perisai mood

          Pulang tak terlalu larut, bergegas menyamankan tubuh dengan sandang yang lebih santai. Diambillah sebuah panci diisi dengan air dan merebusnya. Sedikit memanjakan organ, mandi dengan air hangat. Sekelumit runtutan aktivitas yang sebenarnya tidak begitu penting untuk ditulis disini, lebih dutujukan agar tulisan telihat lebih banyak. Koplak, mungkin sensasi yang terjadi di dalam kepala.
           Terbesit kata mood. Tak pernah tau apa sinonim atau penjelasan yang lebih mudah dimngerti dari kata ini. Pemahaman subyektif lebih mengatikan pada suasana diri. Mengacu pada makna tersebut, terdapat banyak hal yang bisa diungkapkan. Salah satunya tentang fenomena "lagi gak mood". Pernah bertanya pada apakah mood harus ditunggu, dicari atau diapakanlah  biar sesuai. Kenapa butuh mood? Apa yang bisa diberikan mood? Seberapa penting mood?
Read More

Minggu, 09 September 2012

// // Leave a Comment

Bukan yang sebenarnya

          Tak ada hal menarik, tak ada topik yang jelas pula hari ini. Semacam ada kekosongan agenda. Kekosoangan yang terjadi karena kebetulan bukan karena ingin bertaruh seperti halnya tulisan kemarin. Amplang istilah yang saya pakai. Berpikir glambyar pun dimulai. Sensasi mulai terasa saat tepat pukul 01.22 tanggal 9 September 2012.
           Yow kita mulai, dalam agenda keamplagan hari ini didapat suatu hal yang terasa aneh tapi itu nyata. Bermula saat merefresh memori otak (istilah kerennya sih) atau gampangnya mengingat kembali yang terjadi pada periode sebelumnya. Banyak terdapat hal yang bukan kita lakukan namun itu bukan sebenarnya dari yang diri kita. Contoh kasus pada saat kita berkumpul bercanda, bersenda gurau dan lain sebagainya yang memiliki arti hampir sama , kadang kita tidak sepenuhnya tersenyum, kadang kita tak sepenuhnya merenung dan kadang kita tak sepenuhnya senasib sepenanggungan (nyolong istilah perjuangan). Namun hal-hal yang yang bukan sebenarnya itu sangat dibutuhkan pada saat itu. Walaupun pihak yang memberi umpan atau pun yang menerima umpan sebenarnya sadar bahwa itu bukan sebenarnya. Tapi kenapa kita harus melakukan hal seperti itu? hmm...
Read More

Selasa, 04 September 2012

// // 1 comment

Prokastinasi karena bertaruh



          Menikmati hari dengan santai tak ada tekanan, halangan atau batasan. Segala sesuatu tergantung dari apa yang terpikir dan yang ingin dilakukan. Serba nyaman selama itu masih bisa dinikmati, tak beranjaklah dari suasana. Merasa diri hanya milik kita seutuhnya. Kenyamanan ini sangatlah menyenangkan tak perlu lelah memperdulikan sebab dan akibat. Menikmati ibarat membeli berarti harus membayar. Menikmati kemalasan hari harus kita bayar dengan keterbengkalaian suatu tugas. Kekacauan dan ketidakteraturan membuat alur perjalanan menjadi tidak monoton dan tak tau arah. Spontanitas dalam bergerak merupakan komponen yang sering muncul.
Read More

Jumat, 31 Agustus 2012

// // Leave a Comment

Lelah dalam galery



         Lelah, secara gamblang terjadi akibat tubuh kehabisan energi. Pada kondisi ini ada beberapa pilihan yang sering dilakukan, misalnya memberi asupan energi pada tubuh atau mengkondisikan tubuh untuk beristirahat. Dari dua kegiatan ini sama-sama berdampak pada pengisian energi. Berikut beberapa galeri lelah yang terabadikan. 

Read More

Senin, 27 Agustus 2012

// // Leave a Comment

Waktu pada Waktu itu


          Waktu, yah waktu. Kekosongan kepala akan suatu inisiatif memunculkan kata waktu dalam benak. Datangnya kata itu sehingga memunculkan suatu tanda tanya. Ada yang bilang "jangan pernah membuang waktu jika kau tak ingin terbunuh oleh waktu", sedikit mengingat apa yang disampaikan oleh temanku (Vicki Efendi, 2012) pada saat obrolan senggang malam hari.
Read More